Pengertian Fisiologi Tanaman Dan Contoh Gerak Nyctinastic

- 8/12/2017

Apa Itu Fisiologi Tanaman?

Fisiologi tanaman (Plant physiology) adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum kegiatan kehidupan tanaman (the law of the life activity of plant) yaitu fungsi yang terdapat dalam kehidupan tanaman yang meliputi proses dinamik pertumbuhan, metabolism dan reproduksi tanaman hidup.
Pengertian Fisiologi
  • Proses fundamental yang dipelajari dalam fisiologi tanaman meliputi, antara lain,fotosintesis, respirasi, nutrisi tanaman, hormon tumbuh, tropisme, gerakan nastik, fotoperiodisme, fotomorfogenesis, ritme cicardian, perkembahan, dormansi, transpirasi, dan sistem tranpor.
  • Pada hakekatnya, fisiologi tanaman adalah studi tentang bagaimana tanaman hidup bekerja (how living plants work) dalam kehidupannya seperti, antara lain:
  1. bagaimana tanaman menggunakan energi radiasi matahari dalam asimilasi (reduksi) karbon dioksida (CO2) 
  2. bagaimana tanaman menghubah karbon yang direduksi menjadi bahan penyusun tubuhnya
  3. bagaimana tanaman memperoleh air dan unsur hara yang kemudian disebarkan ke seluruh bagian tubuhnya
  4. bagaimana tanaman tumbuh dan berkembang
  5. bagaimana tanaman memberikan tanggapan pada lingkungannya 
  6. bagaimana tanaman memberikan tanggapan pada cekaman lingkungan
  7. bagaimana tanaman berkembang-biak (reproduksi)

Contoh: Gerakan Nyctinastic

Salah satu aspek fisiologi tanaman yang dapat menarik untuk disimak pada tahap awal ini adalah gerakan Nyctinastic sebagaimana ditunjukkan tanaman putri malu (Mimosa pudica L.). Sebagaiamana diketahui, tanaman putrid malu melakukan gerakan malu (pudica = shy =malu) atau penutupan daun dalam waktu yang relatif singkat setelah sentuhan

Mengapa tanaman putri malu melakukan gerakan demikian dan fungsi apa yang bekerja dalam penutupan daun tersebut. Kepentingan penutupan daun tersebut bagi tanaman tidak diketahui secara pasti, tapi dipertimbangkan sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator. Predator dapat takut akan gerakan cepat demikian sehingga memilih tanaman yang tidak bergerak.

Sel pulvini adalah pengendali utama gerakan penutupan daun tersebut yang berkaitan dengan perubahan tekanan turgor sel (pulvini) pada pangkal helai daun yang berhubungan langsung dengan tulang daun utama (midrib). Sentuhan mengakibatkan pengeluaran ion kalium (K+) dari sel pulvini ke sel di sekitarnya yang diikuti dengan pengeluaran air dan penurunan tekanan turgor sel yang akhirnya mengakibatkan penutupan daun. Ini dikendalikan sebagian oleh phytochrome karena penghambatan penutupan daun terjadi pada daun yang dipaparkan terhadap cahaya merah-jauh (FR = far-red).

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini