Pengertian dan Jenis Inflasi Menurut Para Ahli

- 8/12/2017
Inflasi adalah ukuran aktifitas ekonomi yang juga sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi nasional. Secara lebih jelas inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran ekonomi yang memberikan gambaran tentang peningkatan harga rata-rata barang atau jasa yang diproduksioleh suatu system perekonomian. Sedangkan beberapa ahli mengemukakan definisi inflasi adalah sebagai berikut :
Defenisi Inflasi

Menurut Sadono Sukirno ( 2002 : 15 ) “ inflasi didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan harga- harga yang berlaku dalam peekonomian.” , dan diperkuat oleh pernyataan Mc Eachern ( 2000 : 133 ) “ Inflasi adalah kenaikan terus menerus dalam rata- rata tingkat harga. ”

Dari definisi inflasi di atas, maka dapat diambil suatu pandangan bahwa inflasi mengandung pengertian antara lain :
  1. Adanya kecendrungan harga-harga untuk naik.
  2. Kenaikan harga berlangsung secara berkelanjutan.
  3. Kenaikan harga bukan pada satu barnag tetapi beberapa tingkat komoditi harga umum.
Jenis Inflasi
Berdasarkan sifatnya Muana Nanga ( 2001 : 251 ) membagi inflasi ke dalam tiga tingkatan yaitu :
  1. Inflasi Sedang ( Moderate Inflation ) : Kondisi ini ditandai dengan kenaikan laju inflasi yang lambat dan waktu yang relatif lama.
  2. Inflasi Menengah ( Galloping Inflation ) : Kondisi ini ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar ( biasanya double digit atau bahkan triple digit ) dan kadang kala berjalan dalam waktu yang relative pendek serta mempunyai sifat akselerasi. Artinya, harga-harga minggu atau bulan inilebih tinggi dari minggu atau bulan yang lalu dan seterusnya. Efeknya terhadap perekonomian lebih berat daripada inflasi yang merayap.
  3. Inflasi Tinggi ( hyper inflation ) : Merupakan inflasi yang paling parah akibatnya. Harga-harga naik sampai lima atau enam kali. Masyarakat tidak lagi punya keinginan untuk menyimpan uang kerena nilai uang merosot dengan tajam sehingga ingin ditukarkan dengan barang.
Sedangkan Mc Eachern ( 2000 : 133 ) membagi jenis inflasi berdasarkan sumbernya, yaitu :
  1. Demand Pull Inflation : Terjadinya kenaikan harga secara berkelanjutan disebabkan oleh kenaikan permintaan agregat.
  2. Cosh Push Inflation : Harga teru menerus mengalami kenaikan yang disebabkan oleh penurunan tingkat penawaran agregat.

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini