-->

Ruang Lingkup Kewirausahaan

- 8/12/2017
Wirausaha atau Entrepeneurship
Ruang Lingkup Kewirusahaan yaitu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dari perilaku perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Menurut Thomas W. Zimmerer, Kewirausahaan adalah hasil dari suatu proses disiplin serta proses sistematis penerapan kreativitas dari inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.

Dulu kewirausahaan dianggap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir, dengan demikian kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Pada saat sekarang, kewirausahaan bukan hanya urasan lapangan, tetapi merupakan suatu disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkan. Kewirausahaan tidak hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan pengalaman lapangan, namun kewirausahaa dapat dipelajari maupun diajarkan.

Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan atau pembelajaran. Mereka yang menjadi wirausaha adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkannya untuk menangkap peluang serta mengorganisasi usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Memliki bakat saja tidak cukup untuk menjadi wirausaha yang sukses, diperlukan juga pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya.

Dilihat dari perkembangannya pada abad ke 20, kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara Eropa. Kewirausahaan di Jerman dikenal sebagai unternehmer dan di Belanda dikenal sebagai ondernemer. Kewirausahaan di beberapa negara memiliki banyak tanggung jawab, tanggung jawab tersebut antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis, kepemimpinan organisasi dan komersial, penerimaan dan penanganan tenaga kerja, penjualan, pembelian, pemasangan iklan, penyediaan modal dan lain-lain.

Pada tahun 1950, pendidikan kewirausahaan mulai di beberapa negara di Eropa, Amerika dan Kanada. Bahkan sejak tahun 1970 banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan, pengajaran yang dilakukan meliputi manajemen usaha kecil atau manajemen usaha baru.

Pada tahun 1980 hampir 500 sekolah di negara Amerika sudah memberikan pendidikan kewirausahaan, sedangkan pendidikan kewirausahaan di Indonesia masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu. Sejalan dengan tuntutan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan dan persaingan, maka pemikiran pendidikan juga berubah. Menurut Soeharto Prawirokusumo, pendidikan kewirausahaan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri harus diajarkan karena :
  1. Ilmu kewirausahaan berisi bidang pengetahuan yang nyata, dimana terdapat teori, konsep dan metode ilmiah yang lengkap.
  2. Dalam kewirausahaan terdapat dua konsep, yaitu posisi permulaan dan pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.
  3. Dalam kewirausahaan terdapat disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
  4. Kewirausahaan sebagai alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.
Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri, yang kemudian juga berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lain, disiplin ilmu kewirausahaan juga berevolusi dengan cepat. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan, namun kemudian diterapkan juga di berbagai bidang lain seperti industri, perdagangan, kesehatan, pendidikan maupun institusi lain seperti lembaga pemerintahan, perguruan tinggi dan lembaga swadaya lainnya. Kewirausahaan telah dijadikan sebagai kemampun untuk menciptakan perubahan, pembaruan dan kemajuan dalam bidang-bidang tertentu. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai bisnis jangka pendek, namun dapat digunakan juga sebagai jangka panjang dalam kehidupan secara umum.

Dalam bisnis, perusahaan akan sukses dan memperoleh peluang besar bila memiliki kreativitas dan inovasi. Melalui proses kreatif dan inovasi, wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. Nilai tambah terhadap barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovasi banyak menciptakan keunggulan termasuk keunggulan dalam bersaing.

David Osborne dan Ted Gaebler dalam bukunya yang berjudul Reinventing Government mengatakan bahwa pada perkembangan dunia dewasa ini, diperlukan pemerintah yang berjiwa kewirausahaan. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi, optimisme maupun berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien, inovatif, efektif, fleksibel dan adaptif.
Sumber : 
- PO Abas Sunarya, Sudaryono dan Asep Saefullah, 2011. Judul : KEWIRAUSAHAAN. Penerbit CV Andi Offset : Yogyakarta.

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini