Sistem Nilai dalam Kehidupan Manusia

- 9/09/2017
Sistem merupakan suatu himpunan gagasan atau prinsip-prinsip yang saling bertautan, yang bergabung menjadi suatu keseluruhan. Nilai akan selalu muncul bila manusia mengadakan hubungan social atau bermasyarakat dengan manusia lain. 

a. Pengertian nilai
Dalam Ensiklopedia Britanica disebutkan, bahwa nilai itu merupakan suatu penetapan atau suatu kualitas suatu objek yang menyangkut suatu jenis apresiasi. Nilai merupakan hasil kreativitas manusia dalam rangka melakukan kegiatan sosial, baik itu berupa cinta, simpati, dan lain-lain. 

b. Bentuk dan tingkat-tingkat nilai
Menurut Burbecher, nilai itu dibedakan dalam dua bagian, yaitu nilai instrinsik dan nilai instrumental. Nilai instrumental adalah nilai yang dianggap baik karena bernilai untuk yang lain. Nilai instrinsik adalah yang dianggap baik, tidak untuk sesuatu yang lain , melainkan di dalam dirinya sendiri. 

Sementara menurut aliran realisme, kualitas nilai tidak dapat ditentukan secara konseptual terlebih dahulu, melainkan tergantung dari apa atau bagaimana keadaan bila dihayati oleh subjek tertentu dan bagaimana sikap subjek tersebut. 
Adapun tingkat perkembangan nilai menurut Auguste Comte, itu terbagi menjadi tiga, yaitu tingkat teologis, tingkat metafisik, dan tingkat positif. Tingkat teologis adalah tingkat pertama, selanjutnya tingkat metafisik, dan sebagai tingkat yang paling atas adalah apabila manusia telah menguasai pengetahuan eksakta yang berarti manusia telah mencapai tingkat positif (Mohammad Noor Syam, 1986:132). Pada umumnya masyarakat menganut pendapat bahwa hierarki nilai dalam kehidupan manusia itu identik dengan hierarki tingkat-tingkat kebenaran , sebab kebenaran ialah nilai itu sendiri. 

c. Nilai-nilai pendidikan dan tujuan pendidikan
Menurut Muhammad Noor Syam, pendidikan secara praktis tak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai, terutama yang meliputi kualitas kecerdasan, nilai ilmiah, nilai moral, dan nilai agama yang kesemuanya tersimpul dalam tujuan pendidikan, yakni membina kepribadian ideal. Tujuan pendidikan, baik itu pada isinya ataupun rumusannya, tidak mungkin kita tetapkan tanpa pengertian dan pengetahuan yang tepat tentang nilai-nilai. Untuk menetapkan tujuan pendidikan dasar, harus melalui beberapa pendekatan seperti:
  1. Pendekatan melalui analisis historis lembaga-lembaga sosial;
  2. Pendekatan melalui analisis ilmiah tentang realita kehidupan aktual;
  3. Pendekatan melalui nilai-nilai filsafat yang normatif.
Sedangkan menurut aristoteles, tujuan pendidikan hendaknya dirumuskan sesuai dengan tujuan didirikannya suatu Negara (Rapar, 1988:40). Dengan demikian dapat diambil suatu pengertian bahwa
nilai pendidikan bisa dilihat dari tujuan pendidikan yang ada.

d. Etika jabatan
Kewajiban mendidik merupakan panggilan sebagai moral tiap manusia. Yang jelas kaum professional ialah mereka yang telah menempuh pendidikan relative cukup lama dan mengalami latihan-latihan khusus. Oleh karena itulah, dalam pendidikan seorang guru harus mempunyai asas-asas umum yang universal yang dapat dipandang sebagai prinsip umum, seperti:
  1. Melaksanakan kewajiban dasar good will atau itikad baik, dengan kesadaran pengabdian;
  2. Memperlakukan siapa pun, anak didik sebagai pribadi yang sama dengan pribadinya sendiri;
  3. Menghormati perasaan tiap orang;
  4. Selalu berusaha menyumbangkan ide-ide, konsepsi,-konsepsi dan karya-karya (ilmiah) demi kemajuan bidang kewajibannya; 
  5. Akan menerima haknya semat-semata sebagai kehormatan.

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini