Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

- 8/09/2017
Pengertian Efektifitas Sistem Informasi Akuntansi, Efektif memiliki konotasi atau berkaitan dengan banyaknya hasil yang dicapai. Menurut Yamit (2003:14) efektivitas adalah suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai baik secara kualitas maupun waktu, orientasinya adalah pada keluaran (output) yang dihasilkan.
SIA
Handoko (2003) dalam Iga Eka Damayanthi, Ni Luh Made Sierrawati (2012:42) mendefinisikan bahwa efektivitas sistem informasi akuntansi merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran sejauh mana target dapat dicapai dari suatu kumpulan sumber daya yang diatur untuk mengumpulkan, memproses dan menyimpan data elektronik, kemudian mengubahnya menjadi sebuah informasi yang berguna serta menyediakan laporan formal yang dibutuhkan dengan baik secara kualitas maupun waktu.

Pengukuran Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi

Turban, dkk (1996) dalam Endah Widiowati, Didi achjari (2004) menyebutkan bahwa sistem dapat dievaluasi dan dianalisis performansinya berdasarkan dua pengukuran utama, yaitu efektivitas dan efisiensi. Berdasarkan perspektif efisiensi, evaluasi berhubungan dengan penggunaan sumber-sumber daya yang diberikan (sumber daya manusia, mesin, material, dan uang) untuk menyediakan sistem informasi bagi user. Sedangkan dari perspektif efektivitas user atau unit organisasi user, evaluasi berhubungan dengan penggunaan sistem informasi dalam menyempurnakan misi organisasi (Hamilton dan Chervany, 1981).

Menurut Gatian (1994), sistem yang efektif didefinisikan sebagai suatu sistem yang dapat memberikan nilai tambah kepada perusahaan. Oleh karena itu sistem yang efektif harus dapat memberikan pengaruh yang positif kepada perilaku user. Selain itu Martin, dkk (2000) menyatakan bahwa sistem yang efektif dapat dianalisis berdasarkan beberapa kriteria dapat meningkatkan efektivitas bisnis, dapat memperluas bisnis atau pelayanan, dan dapat meningkatkan keunggulan bersaing dari perusahaan (Endah Widiowati dan Didi Achjari, 2004:34).

Berbagai variabel yang mempengaruhi efektivitas sistem informasi telah dikemukakan oleh banyak peneliti. Weber (1999) menggunakan system quality, information quality, perceived usefulness, computer self-efficacy, perceived ease of use, use (amount, type), IS satisfaction, individual impact, dan organizational impact sebagai variabel-variabel yang menentukan efektivitas suatu sistem informasi.

Model pengukuran keberhasilan sistem informasi yang lain dikemukakan oleh William H. DeLone dan Ephraim R. McLean, yang dikenal dengan D&M IS Success Model (DeLone dan McLean, 1992) dalam Endah Widiowati dan Didi Achjari (2004). Model DeLone dan McLean terdiri dari enam variabel, yaitu:

  1. System Quality, yang mengevaluasi sistem pengolahan informasi itu sendiri. System Quality meliputi keterkinian data, akurasi sistem, efisiensi sistem, pemanfaatan sumber daya, kegunaan fasilitas dan fungsi, kenyamanan dalam mengakses, waktu respon, dan waktu turnaround.
  2. Information Quality, berkaitan dengan outputsistem informasi. Information Quality meliputi dapat dimengerti, dapat dibaca, kejelasan, format, ketidak-biasan, akurasi informasi, ketepatan, keandalan, keterkinian, tingkat kepentingan, keunikan, dan tampilan.
  3. Service Quality , berkaitan dengan tingkat pengendalian user atas sistem, kepercayaan user terhadap sistem, upgrade hardware baru, standarisasi hardware, sikap positif staf pendukung terhadap user, efektivitas biaya sistem informasi, dan tingkat pelatihan bagi user.
  4. Information Use,  berkaitan dengan penggunaan output dari sistem informasi oleh penerima. Information Use tersebut meliputi motivasi untuk menggunakan, penggunaan sesuai tujuan, frekuensi mengakses, jumlah record yang diakses, frekuensi permintaan report, jumlah report yang diberikan, dan jumlah inquiry.
  5. User Satisfaction, berkaitan dengan respon penerima terhadap penggunaan output sistem informasi. User Satisfaction meliputi akurasi informasi, ketepatan, kelengkapan informasi, keandalan informasi, pemahaman aplikasi, hubungan dengan unit IS, komunikasi dengan unit IS, kecepatan respons dan kualitas respons.
  6. Net Benefit, berkaitan dengan keuntungan yang dari penggunaan sistem informasi. Net Benefit meliputi mendorong tindakan manajemen, memperbaiki kualitas perencanaan, memperbaiki kinerja tugas, kesadaran akan adanya informasi meningkatkan kekuatan individu dalam memberikan pengaruh dan penilaian IS secara individu, mempersingkat waktu membuat keputusan dan menjamin kebenaran keputusan.


Efektivitas Penggunaan Teknologi Informasi

Pengertian Teknologi Informasi

Teknologi adalah alat yang digunakan individu untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya. Kata teknologi banyak merujuk pada sistem komputer yang terdiri atas perangkat keras, perangkat lunak dan data serta dukungan layanan yang disediakan untuk membantu para pemakai dalam menyelesaikan tugasnya (Ni Luh Sari Widhiyani, 2008:220).

Menurut Husein dalam Ni Luh Sari Widhiyani (2002:220) yang dimaksud dengan teknologi adalah perangkat keras komputer yang digunakan untuk membantu aktivitas input, pemrosesan, dan output pada sistem informasi, software komputer yang terdiri atas instruksi-instruksi yang telah diprogram untuk mengontrol dan mengkoordinasi kerja perangkat keras komputer, teknologi penyimpanan data, teknologi telekomunikasi yang memudahkan para manajer berkomunikasi dari satu tempat ke tempat lain.

Maharsi (2000:128) mendefinisikan teknologi informasi sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lain seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, teknologi jaringan, dan peralatan telekomunikasi lainnya. Teknologi informasi adalah salah satu alat bagi para manajer untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan usahanya.

Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel). http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi.

Dari definisi di atas, nampak bahwa teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer yang berhubungan dengan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), tetapi juga termasuk teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain bahwa teknologi informasi merupakan hasil konvergensi antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.

Jenis Sistem Informasi Berbasis Komputer

Bodnar (2004:4) dalam Iga Eka Damayanthi dan Ni Luh Made Sierrawati mengemukakan, bahwa sistem informasi berbasis komputer merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi yang bermanfaat. Ada beberapa jenis informasi berbasis komputer, antara lain:

  • Sistem pengolahan data elektronik adalah pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan pengolahan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi.
  • Sistem informasi manajemen menguraikan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi bagi pengambilan keputusan para manajer.
  • Sistem pendukung keputusan yaitu dalam sistem ini data diproses kedalam format pengambilan keputusan bagi kepentingan pemakai akhir. Sistem ini mensyaratkan pengunaan model-model keputusan dan basis data khusus, dan benar-benar terpisah dari sistem pengolahan data.
  • Sistem pakar adalah sistem informasi berbasis aplikasi tertentu untuk bertindak seperti seorang konsultan ahli bagi pemakainya.
  • Sistem informasi eksekutif adalah sistem yang dibuat untuk kebutuhan manajemen strategi tingkat puncak.
  • Sistem informasi akuntansi adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi.


Penggunaan Teknologi Informasi

Komputer adalah suatu alat pengolah data yang dapat melaksanakan perhitungan secara substansial, termasuk operasi hitung, nonhitung, dan operasi logika tanpa campur tangan manusia (Widjajanto, 2001:59). Suatu sistem yang berbasis komputer sangat diperlukan oleh perusahaan untuk membantu mereka dalam pengolahan data, transmisi data, dan akan berakhir pada pengambilan keputusan. Komputer hanyalah sebuah alat bantu, sebuah mesin yang tidak berguna jika tanpa manusia sebagai pengendalinya. Sebagai sebuah alat, komputer memiliki kelebihan dibandingkan dengan alat-alat lain yang diciptakan manusia. (Ni Luh Sari Widhiyani, 2008:221)

Menurut Thompson.et.al (1991;1994) dalam Dedi Rianto Rahadi (2007) kemanfaatan TI merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna TI dalam melaksanakan tugasnya. Pengukuran kemanfaatan tersebut berdasarkan frekuensi penggunaan dan diversitas/keragaman aplikasi yang dijalankan. Thompson (1991) juga menyebutkan bahwa individu akan menggunakan TI jika mengetahui manfaat positif atas penggunaannya.

Chin dan Todd (1995) dalam Dedi Rianto Rahadi (2007) memberikan beberapa dimensi tentang kemanfaatan TI. Menurut Chin dan Todd (1995) kemanfaatan dapat dibagi kedalam dua kategori, yaitu:
1.     Kemanfaatan dengan estimasi satu faktor
Kemanfaatan dengan estimasi satu faktor meliputi dimensi;

  • Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
  • Bermanfaat (usefull)
  • Menambah produktifitas (Increase productivity)
  • Mempertinggi efektifitas (enchance efectiveness)
  • Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)


2.     Kemanfaatan dengan estimasi dua faktor (kemanfaatan dan efektifitas).
Kemanfaatan dengan estimasi dua faktor oleh Chin dan Todd (1995) dibagi menjadi dua kategori lagi yaitu kemanfaatan dan efektifitas, dengan dimensi-dimensi masing-masing yang dikelompokkan sebagai berikut:
1.      “Kemanfaatan meliputi dimensi :
     a. Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes jobeasier),
     b. Bermanfaat (usefull),
     c.  Menambah produktifitas (Increase productivity).
2.    Efektifitas meliputi dimensi :
      a.  Mempertinggi efektivitas (enchance my effectiveness),
      b.  Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve my job performance).”

Menurut Abdul Halim (1994:62) dalam Ni Luh Sari Widhiyani (2008) beberapa keunggulan Komputer jika dibandingkan dengan manusia dalam hal pemrosesan data adalah sebagai berikut:

  1. “Komputer mampu memproses data secara lebih efektif jika dibandingkan dengan manusia. Komputer dapat melakukan perhitungan dengan kecepatan tinggi dan merupakan prosesor yang sangat akurat.
  2. Dalam kondisi-kondisi tertentu komputer mampu memproses transaksi lebih murah daripada manusia.
  3. Komputer merupakan prosesor yang lebih dapat diandalkan daripada manusia. Komputer secara otomatis mengikuti seperangkat instruksi secara lebih terperinci, tepat, dan konsisten.
  4. Komputer dapat menyimpan data lebih baik dan lebih rapi daripada manusia.
  5. Secara operasional komputer dapat lebih efisien daripada manusia.
  6. Komputer bersama-sama dengan manusia dapat memenuhi kebutuhan para manajer dengan lebih baik daripada hanya manusia yang bekerja sepenuhnya.”


Manfaat utama penggunaan komputer dalam pengolahan data (Wilkinson, 1994:290) dalam Ni Luh Sari Widhiyani (2008) adalah sebagai berikut.

  1. Dapat memproses transaksi dengan volume atau kapasitas yang lebih besar dalam waktu tertentu.
  2. Dapat bekerja sepanjang hari tanpa berhenti dan tanpa membuat kesalahan.
  3. Dapat memproses transaksi yang rumit secara efektif dan efisien.
  4. Secara otomatis mengikuti seperangkat instruksi terperinci menurut program yang telah disusun secara tepat dan konsisten.
  5. Dapat menyimpan data lebih rapi, sekaligus mengkonsolidasikan banyak data.
  6. Dapat memadukan siklus-siklus pemrosesan transaksi dan file-file.
  7. Dengan jaringan telekomunikasi, baik kabel maupun satelit dapat menghubungkan  data file di tempat jauh dan terpisah.
  8. Dapat membantu pemutakhiran data dan informasi setiap saat.
  9. Dapat menyajikan laporan dengan lebih terperinci, tepat waktu, dan selektif menurut kebutuhan.

Pengukuran Efektivitas Penggunaan Teknologi Informasi

Menurut Maria M. Ratnasari (2009)bahwa penggunaan teknologi sistem informasi dapat dilihiat dari kemudahaan pemakai teknologi sistem informasi dalam mengidentifikasi data, mengakses data dan menginterpretasikan data yang diperlukanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan tugas atau pekerjaannya. Pemakai teknologi sistem informasi dapat dikatakan memiliki kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi jika pemakai merasa bahwa dengan penggunaan teknologi sistem informasi tersebut tugas-tugas yang dihadapi akan dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan cepat. Baca juga: Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini