Pengertian Berbicara Menurut Para Ahli

- 8/11/2017
Ilustrasi Berbicara
Para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda mengenai pengertian berbicara. Tarigan (1985) menyebutkan bahwa berbica ra adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata  untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Lebih luas lagi, berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis, semantik, dan linguistik secara ekstensif dan luas sehingga dapat dianggap sebagai alat manusia yang paling penting bagi kontrol sosial. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dala m kegiatan berbicara terjadi proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran atau bunyi bahasa yang bermakna. Berbicara bukan hanya mengucap yang tanpa makna, tetapi menyampaikan pikiran atau perasaan kepada orang lain melalui ujaran atau 
dengan bahasa lisan. 
 
Batasan berbicara yang hampir sama dengan Tarigan dikemukakan oleh Kartini (1985:7) yang mengungkapkan bahwa berbicara merupakan suatu peristiwa penyampaian maksud, gagasan, pikiran, perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan, sehingga maksud tersebut dipahami oleh orang lain.
 
Memperkaya ungkapan di atas, Laksana (1982:25) mengemukakan bahwa berbicara adalah perbuatan yang menghasilkan bahasa  untuk berkomunikasi, sebagai salah satu keterampilan dasar dalam berbahasa.
 
Sementara Akhmadi (1984: 9) memberikan pengertian berbicara sebagai suatu keterampilan memproduksikan arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan, perasaan dan keingingan kepada orang lain. 
 
Selanjutnya Badudu-Zain (1994: 180) mengartikan berbicara dengan kata-kata, berpidato, dan bercakap-cakap. Batasan berbicara yang dikemukakan Badudu,- Zain ini lebih mengarah kepada jenis berbicara. 
 
Moris dan Novia (2002) menyatakan bahwa berbicara merupakan alat komunikasi yang alami antar anggota masyarakat untuk mengungkapkan pikiran dan sebagai sebuah bentuk tingkah laku sosial. 
 
Sedangkan menurut Nuraeni (2002) berbicara adalah proses penyampaian informasi dari 
pembicara kepada pendengar dengan tujuan terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan pendengar sebagai akibat dari informasi yang diterimanya. 
 
Sementara itu, Tarigan, 1993: 15) mengatakan bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. 
 
Berdasarkan telaah yang telah dilakukan terhadap batasan dan pengertian berbicara yang dikemukakan para ahli penulis cenderung menjadikan pendapat Kartini dan Badudu-Zain sebagai kerangka konsep berpikir. 

Berbicara merupakan peristiwa penyampaian maksud, gagasan, pikiran, perasaan seseorang kepada orang lain secara jernih, logis, terarah dan sistematis dengan menggunakan bahasa lisan, sehingga maksud tersebut dipahami orang lain. Sementara itu, pendapat Badudu-Zain berkaitan dengan jenis berbicara yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu kata-kata. Dalam hal ini, berbicara merupakan proses penyampaian pesan (gagasan, pikiran, perasaan) dari pembicara secara lisan sehingga kawan bicara bisa menerima dan mamahami isinya. Berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa lisan yang bersifat produktif.  

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini