-->

Pengertian, Jenis dan Tujuan Kompensasi

- 8/28/2017
Kompensasi merupakan hal yang amat penting, karena dengan adanya metode pengaturan yang baik, maka dapat lebih meningkatkan produktifitas dari karyawan, namun sebaliknya bila metode pengaturan kompensasi untuk para pekerja kurang baik, maka akhirnya akan menurunkan produktifitas pekerja itu sendiri.
Pengertian Kompensasi

Beberapa pengertian upah :

a. Menurut UU tahun 1974 No. 33 Pasal 7 ,Yang dimaksudkan dengan upah
adalah :

  • Tiap–tiap pembayaran berupa uang yang diterima oleh buruh sebagai ganti pekerjaan. 
  • Perumahan, makan, bahan makanan dan pakaian dengan percuma, nilainya ditaksir menurut harga umum ditempat itu.
b. Menurut peraturan pemerintah No. 8 tahun 1981
Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada karyawan untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan dan dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang diterapkan atas dasar suatu persetujuan atau peraturan perundang – undangan serta dibayar atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha dengan karyawan termasuk tunjangan, baik untuk karyawan itu sendiri maupun untuk keluarganya. 


c. Sedangkan menurut Hadi Purwono memberikan definisi upah sebagai berikut :
Upah adalah jumlah keseluruhan yang ditetapkan sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan oleh tenaga kerja meliputi masa atau syarat syarat tertentu.

 Dari definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa upah yang diungkapkan cenderung hanya pada financial saja. Padahal ada yang perlu diperhatikan lagi yaitu masalah non financial.

 Kompensasi Menurut Susilo Martoyo adalah pengaturan keseluruhan pemberian balas jasa bagi “ Employers “ maupun “ Employees “ baik yang langsung berupa uang (financial) maupun yang tidak langsung berupa uang ( non financial ).
  
Dari beberapa pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa, kompensasi merupakan sesuatu kegiatan pemberian balas jasa baik yang berupa financial maupun non financial kepada para karyawan ( pekerja ).

 Dari pengertian tersebut diatas dapat disadari bahwa pemberian kompensasi yang tepat akan meningkatkan motivasi, prestasi dan kepuasan dari karyawan. Dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas karyawan. Pemberian kompensasi harus diperhatikan dengan sungguh – sungguh karena akan mencerminkan bahwa organisasi tersebut dapat mempertahankan dan meningkatkan manajemen sumber daya manusia.
  
JENIS KOMPENSASI
Dalam kegiatan organisasi dikenal ada 2 macam kompensasi yaitu:
1) Kompensasi finansial Kompensasi finansial adalah bentuk imbalan/kompensassi yang biasanya diujudkan dengan uang.
  • Gaji 
  • Bonus 
  • Insentif
2) Kompensasi non finansial
Kompensasi non finansial adalah bentuk imbalan/kompensasi yang wujudnya bukan berupa uang, namun berbentuk fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh organisasi.
  • Fasilitas penunjang: poliklinik & tempat ibadah 
  • Komunikasi yang baik

TUJUAN PEMBERIAN KOMPENSASI
Setiap kegiatan pasti mempunyai tujuan, begitu pula dalam hal pemberian kompensasi. Ada beberapa tujuan dalam pemberian kompensasi, yaitu:
  1. Memenuhi kebutuhan ekonomi. Setiap karyawan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya baik yang primer seperti sandang, pangan, papan maupun yang sekunder dan kebutuhan kemewahan. Apabila kebutuhan primer sudah terpenuhi, maka karyawan akan berusaha memenuhi kebutuhan sekunder maupun kebutuhan kemewahan. Dengan adanya kompensasi secara kontinue dan sesuai, maka akan memberikan rasa aman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dalam pemberian kompensasi, minimal harus sesuai dengan Upah Minimum Regional yang berlaku. Hal ini dikarenakan biaya hidup antar wilayah berbeda. 
  2. Meningkatkan produktivitas/ prestasi kerja karyawan. Adanya kompensasi yang baik, maka karyawan akan berusaha untuk dapat berprestasi dan mempunyai produktifitas yang sebaik mungkin. Para karyawan termotivasi untuk bekerja lebih produktif, yang pada akhirnya akan meningkatlah produktivitas tersebut. Dengan produktivitas yang tinggi akan lebih menguntungkan bagi organisasi. Begitu pula, dengan adanya prestasi kerja karyawan yang optimal ,maka organisasi dapat mengoptimalkan segenap sumber daya yang ada untuk mencapai keuntungan yang maksimal. 
  3. Mengurangi Turn-Over karyawan. Salah satu alasan karyawan yang keluar dari pekerjaan karena kompensasi yang diterima tidak sesuai. Karyawan selalu berusaha mendapatkan pekerjaan yang kompensasinya tinggi. Hal ini menunjukkan, bahwa kompensasi punya pengaruh pada turn over karyawan. Adanya peningkatan kompensasi dari waktu ke waktu diharapkan untuk dilaksanakan. Karena tanpa adanya peningkatan kompensasi, baik yang bersifat finansial maupun nonfinansial akan berdampak pada larinya Karyawan ke organisasi lain yang memberikan jaminan kompensasi yang lebih layak.

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini