Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

- 8/12/2017
Pancasila Ideologi Indonesia
Ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu eidos/idein: bentuk, melihat dan logia: kata atau ajaran. Ideologi: ilmu tentang gagasan, cita-cita, buah pikiran. 

Secara etimologi atau bahasa Perancis berasal dari kata idea: gagasan, konsep, pengertian, dasar, cita-cita dan logos/logoi: ilmu atau pengetahuan. Jadi ideologi adalah ilmu pengetahuan tentang ide-ide, gagasan, dan tentang keyakinan.

Ideologi juga diartikan sebagai gagasan, cita-cita, dan nilai dasar yang membentuk sistem nilai yang interral dan mendasar sebagai pencerminan pandangan hidup suatu bangsa.

Ciri-ciri ideologi adalah:
  1. Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
  2. Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.
Ideologi dibagi lagi menjadi 2, yaitu:
  1. Ideologi tertutup
  2. Ideologi terbuka
Ideologi Tertutup
Ciri-ciri ideologi tertutup:
  • Nilai dan cita-cita sekelompok orang yang mendasari niat dan tujuan kelompok.
  • Harus ada yang dikorbankan demi ideologi sekelompok orang.
  • Loyalitas ideologi yang kaku.
  • Terdiri atas tuntutan konkrit dan operasional yang diajukan mutlak.
  • Ketaatan yang mutlak bahkan kadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan.
Jadi, ideologi tertutup adalh ideologi yang dipaksakan dari atas untuk harus diterima, bila perlu dengan tangan besi / fisik agar dapat diterima sebagai cara hidup dan kehidupan suatu kelompok masyarakat / bangsa.

Ideologi Terbuka
Ciri-ciri ideologi terbuka:
  • Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
  • Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
  • Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
  • Bersifat dinamis dan reformis.
  • Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu.
  • Terbuka kepada perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan integritas untuk menentukan manakah nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini sudah ada dan manakah yang tidak boleh berubah.
Jadi, ideologi terbuka adalah suatu pandangan, gagasan, atau konsep dengan suatu system pemikiran terbuka yang tidak dipaksakan.

Dimensi Ideologi Terbuka:
  1. Dimensi realitas: nilai-nilai yang terkandung merupakan pencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
  2. Dimensi idealis: nilai-nilai yang terkandung didalamnya merupakan sebuah cita-cita yang ingin dicapai oleh masyarakat.
  3. Dimensi flexibilitas: Bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahkan merangsang pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan.

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan masyarakat tanpa merubah nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Ideologi Pancasila senantiasa merupakan wahana bagi tercapainya tujuan bangsa.

Pancasila sebgaia ideologi terbuka memiliki 3 nilai yaitu:
  1. Nilai dasar: yaitu nilai yang bersifat universal dan relative tetap. Nilai-nilai dasar ini terkandung dalam sila-sila dalam Pancasila.
  2. Nilai instrumantel: nilai yang menjdai pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Nilai-nilai instrumental dapat ditemukan dalam pasal-pasal undang-undang dasar yang merupakan penjabaran dari Pancasila.
  3. Nila fraksis: penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan yang lebih nyata dengan demikian nilai fraksis merupakan pelaksanaan secara nyata dari nilai-nilai diatas.

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini