-->

Pengertian dan Jenis Jenis Organisasi Sosial

- 9/15/2017
Apa itu Orgaanisasi Sosial
Pengertian Organisasi Sosial adalah anggota-anggota suatu masyarakat yang terorganisir ke dalam banyak macam keompok (group), organisasi-organisasi (organizations), dan kekeluargaan (relationship). Kelompok atau organisasi menurut Mayor Polak (1971:12) dikatakan sebagai “sejumlah orang yang ada hubungan antara satu dengan yang lainnya dan menstruktur”. Struktur dimaksudkan sebagai suatu susunan dan pola hubungan interen yang agak stabil. Adapun struktur kelompok terdiri atas:
  1. Suatu rangkaian status atau kedudukan para anggotanya yang Hierarkhis (tersusun dari atas ke bawah).
  2. Sosial Roles atau peranan-peranan sosial yang berkaitan dengan kedudukan (status) itu;
  3. Unsur-unsur kebudayaan (nilai-nilai, norma, model-model dan sebagainya).
Adapun fungsi struktur sebuah kelompok ialah: pertama, menjamin kelangsungan hidup atau kotinuitas kelompok, dan yang kedua, memungkinkan pelaksanaan fungsi kelompok.

Jenis-Jenis Organisasi Sosial

In-Group dan Out-Group
Dalam rangka sosialisasi individu dengan kelompoknya William Graham Sumner (1840-1910), mengadakan pembedaan antara yang disebutnya sebagai “In-Group dan Out-Group” .

In-group atau kelompok kita, kelompok saya, atau kelompok dalam, maksudnya seorang (individu) yang mengidentifikasi dengan kelompoknya, mereka merasakan adanya ikatan batin dengan anggota lain dalam kelompok itu, seperti keluarga saya, jama’ah saya, suku saya, bangsa saya, profesi saya dan sebagainya. Istilah lain yang menyatakan “in group” ini, misalnya pernyataan “urang awak, bolo dewe, orang kita, bukan orang lain, keluarga sendiri, dan masih banyak lagi. 

Out-group ialah mereka yang berada di luar kelompok kita, yaitu adanya perasaan pada seorang (individu yang menyatakan bahwa mereka adalah bukan orang kita, atau bukan kelompok saya, bukan profesi saya, dan sebagainya; jadi lebih dipandang asing). Out-group sebagai lawan dari in-group. Identifikasi individu dengan rasa simpati dan persaan dekat dengan anggota kelompok, serta sebaliknya (adanya perasaan lain dan antagonisme atau perasaan antipati) pada orang (individu) lain, bersifat relative dan tergantung kepada situasi sosial tertentu.

Perasaan in-group dan in-group, dijumpai disemua lapisan masyarakat, walaupun kepentingannya tidak selalu sama. Dalam kelompok sederhana maupun masyarakat modern, perasaan seperti itu selalu ada. Dalam masyarakat modern dijumpai individu-individu yang mempunyai banyak kelompok, seringkali antara in-group dan out-group mereka, saling tumpang tindih (overlap). Seorang anggota senior dengan anggota baru, meskipun mereka mempunyai hubungan yang sama dalam in-group, terdapat perasaan pada si senior seolah-olah si pendatang baru itu sebagai out-group-nya. Dan masih banyak ciri contoh yang lain. Integrasi sosial dalam hubunguan sosial menjadi dominan manakala solidaritas mencapai pada titik patologi sosial. yaitu solidaritas yang terlampau universal dan liar. Dimana seperti pada masa solidaritas mekanik yang feodalistik zaman pertengahan. 

Antara abad 14-15 semua hubungan sosial tercentral menjadi satu outoritas tunggal. Dan tidak boleh ada pendapat yang bukan bangsawan atau agamawan. Solidaritas semacam ini pernah terjadi karena takutnya dunia akan berganti rupa menyeramkan. Bahwa manusia mencoba bersolidaritas untuk kepentingan bersama namun dengan sistem dan cara yang kurang signifikan manakala di tinjau dari sosiologi sekarang.

 

Masukkan Kata Kunci Pencarian Anda di Sini